SMP Wahid Hasyim 8 Waru merupakan salah satu lembaga pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama. Sekolah ini didirikan pada tahun 1977 sebagai bentuk komitmen dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, serta berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Waru dan sekitarnya. Pada awal berdirinya, SMP Wahid Hasyim 8 Waru berlokasi di Jl. Kolonel Sugiono No. 87, Desa Kureksari, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, dengan jarak kurang lebih ±12 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Sidoarjo dan berbatasan langsung dengan wilayah Kota Surabaya. Letak tersebut menjadikan sekolah relatif mudah dijangkau oleh masyarakat yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Sidoarjo maupun Kota Surabaya.
Seiring dengan perkembangan sekolah dan meningkatnya kebutuhan terhadap sarana dan prasarana pendidikan yang lebih representatif, pada Tahun Ajaran 2014/2015 SMP Wahid Hasyim 8 Waru menempati lokasi baru di Dusun Balongpoh RT 27 RW 06, Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Bersamaan dengan perpindahan lokasi tersebut, pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang sebelumnya berlangsung pada siang hari dialihkan menjadi pembelajaran pada pagi hari. Perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara lebih efektif, nyaman, dan kondusif serta mampu memberikan ruang yang optimal bagi pengembangan potensi peserta didik.
Secara geografis, SMP Wahid Hasyim 8 Waru berada di kawasan yang cukup strategis dan berkembang sebagai salah satu sentra industri kecil dan home industry, khususnya dalam bidang pengolahan logam dan besi. Lokasi sekolah juga berdekatan dengan Pasar Waru dan Terminal Purabaya (Bungurasih), serta memiliki akses yang relatif mudah menuju Bandar Udara Internasional Juanda. Kondisi geografis dan lingkungan tersebut membentuk karakteristik sosial masyarakat yang beragam sekaligus menjadi potensi bagi sekolah dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan nyata peserta didik. Mayoritas orang tua atau wali peserta didik bekerja di sektor industri, perdagangan, jasa, transportasi, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sedangkan sebagian lainnya berprofesi sebagai pegawai, karyawan swasta, dan wiraswasta. Keberagaman latar belakang sosial ekonomi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyusunan dan pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan agar dapat mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik secara adil, inklusif, serta berorientasi pada pengembangan kompetensi, karakter, dan kecakapan hidup.
Dengan pengalaman lebih dari empat dekade dalam menyelenggarakan pendidikan, SMP Wahid Hasyim 8 Waru senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui penguatan budaya sekolah yang religius, penerapan pembelajaran yang inovatif, pemanfaatan teknologi informasi, serta pengembangan karakter peserta didik secara berkelanjutan. Seluruh proses pendidikan diarahkan untuk membentuk dan menghasilkan lulusan yang beriman dan bertakwa kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā, memiliki akhlakul karimah, berprestasi, berwawasan kebangsaan, serta memiliki kompetensi dan kecakapan yang diperlukan untuk beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan berbagai tantangan global, dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an.